Pasang Disini Iklanmu

PILIH PARTAI BULAN BINTANG YANG PEDULI KESEJAHTERAAN UMAT DAN KEBANGKITAN UMAT ISLAM

Senin, 01 Juli 2013

Ms Kaban: UU dibiayai oleh asing!


Sistem kapitalis dan liberal telah gagal membangun kesejahteraan umat manusia tapi masih ada saja orang yang terus mempertahankan sistem yang gagal ini untuk diterapkan dalam sistem ekonomi Indonesia, demikian disampaikan MS. Kaban Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang di Markas Besar Partai Bulan Bintang Jl. Raya pasar Minggu Jakarta, Kamis,( 6/5/2013)

Pendapat tersebut disampaikan Kaban ketika diminta pendapatnya sekitar sikap PBB jika mampu memenangkan pemilu 2014 mendatang. Menurut Kaban Pembangunan ekonomi nasional pasca reformasi hingga saat ini belum menghasilkan sistem dan cita-cita sesuai dengan garis tujuan reformasi awal, alhasil kekuatan neoliberal justru masih kuat selama reformasi. “Untuk itu, sebagai bangsa yang punya potensi ekonomi global sangat kuat dari segi sumber daya alamnya, Indonesia wajib memperkokoh jati diri menjadi pemain ditengah Globalisasi ekonomi dunia, terlebih sistem liberal dan kapitalis justru dinilai gagal di Amerika,” tegas Kaban.

Dalam pandangan Kaban, pada dasarnya Indonesia telah memiliki kekuatan dan jatidiri sendiri dan tidak perlu mengambil sistem asing. “Kita memiliki Pancasila dan UUD 1945 dan memiliki akar budaya yang kuat dan sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam di dunia. Semua itu merupakan modal dasar yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara besar dan memimpin dunia,” lanjut Kaban

“Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang kuat dan berani bersikap dan tegas dalam menentukan arah negara dan tidak boleh terombang-ambing dengan pengaruh lain. Pemimpin yang akan datang harus menjadikan kekuatan diri sendiri sebagai modal dasar bangsa dan tidak perlu kuatir dengan kemampuan yang kita miliki. Sekarang ini pemimpin kita tidak memiliki sikap yang tegas dalam membnagun kekuatan bangsa sendiri, kenyataan saat ini misalnya hukum yang ada hanya 10 persen milik kita selebihnya milik kekuatan asing. Bahkan produk Undang-Undang sudah menjadi kekuatan asing, pembuatan undang-undang dibiayai oleh pembiayaan-pembiayaan asing, sehingga bisa ditebak ke arahmana undang-undang tersebut dibuat,” tambah Mantan Mentri Kehutanan MS Kaban. (Samsudin Dayan)

0 komentar:

Posting Komentar